Sendu Senyap Semalam

October 28, 2014

Hai, selamat malam kamu, atau kamu, atau kamu. Kamu yang sedang membaca apalah ini, kamu yang sedang ku incangkan, atau kamu yang terus menerus berkeliling di pikiranku.

Bagaimana kabarnya kamu, yang dulu selalu tak henti-hentinya ku puja? Oh, maaf bukan karna ku merindukanmu atau sekedar mengkode, aku hanya mengingatmu dikala heningku. Hehe.

Ingatkah? Ingatkah ketika kita saling bersembunyi menjalin hubungan 'mati rasa' itu? Ya, aku yakin pasti masih terbayang sampai sekarang. Sungguh aku tak ingin membahasnya. Tapi aku sungguh tak mau lagi.

Sekarang, dengan aku yang sudah benar-benar acuh terhadap segala tentangmu.Yang benar-benar tak mau melirikmu lagi. Mencium aromamu apalagi.

Sekarang dengan aku yang sudah benar-benar memiliki nuansa kehidupan yang baru. Tak ku rasakan lagi nuansa pedih darimu. Benar- benar sudah terbebas. Aku senang, namun galau. Tapi aku tak mau galau, tapi aku belum bisa. Yap, sekali lagi, bukan karna ku masih mengharapkanmu. Jadi, apa?

Kekasih baru sudah berdiri tegas di belakangku. Menjauhkan kembali alis mataku yang mendekat dengan lipatan dahi, melebarkan senyum ketika mulut mulai geram, membelai telapak tangan yang mulai menggenggam kaku. Hari-hariku penuh senyuman. Tak perdulikan hal-hal kelam yang pernah terjadi di sekolah. Aku tak perduli. Sungguh.

0 comments

Other Posts

Instagram