Terserah

May 17, 2014

entah, sudah yang keberapa kali Ellen meneteskan air matanya disertai sesak yang meniksanya hanya untuk menyesali perjuangan pada Fredo yang sia-sia itu. bukan sia-sia karena kelalaian Ellen. justru Ellen dengan tulusnya tak memperdulikan harga dirinya di hadapan orang awam. ya, demi Fredo tentunya. menurutmu, karena apa?

memang dari awal pertemuan Ellen dan Fredo hingga seperti ini terbilang cukup singkat. Fredo yang dulunya ialah teman sahabat Ellen. terlihat nakal, kusam, tapi asyik, memang. Ellen mulai mengenal namanya, kebiasaanya, dan cara tertawanya, lewat pertemuan mereka bertiga ketika pulang sekolah atau saat hang out. hingga di suatu event yang diadakan sekolah, Ellen dan Fredo sering bersentuhan. Ellen pun tak ingin buang kesempatan, di mana Fredo duduk, Ellen pun mengambil tempat duduk di sebelahnya. Ellen berusaha agar kain seragam mereka saling bersentuhan, dan saat itu Ellen merasakan getaran entah seperti apa itu. aneh, gila. tapi Ellen belum mau membuka mulutnya satu kata pun, jaim.

entah semenjak apa, mereka menjadi akrab. hang out berdua juga mereka jalani asyik. hingga mereka rutin bernyayi dengan genjrengan gitar Fredo yang sangat membuat Ellen nyaman, ya, lagu kesukaan mereka tentunya. mereka sering terlihat berbagi cerita, hingga Ellen menangis, dan Fredo yang menyuguhkan pundaknya untuk Ellen. bagitu hari-hari mereka, indah, dramatis, entahlah.

seiring pekan berlalu, dimana mulai timbul perselisihan. dimana Ellen mengetahui busuknya Fredo selama ini. sebelum ini memang Ellen tahu tentang kepribadiannya, hanya sekedar tahu. dengan eratnya hubungan mereka, Ellen semakin paham akan kehidupannya. kala itu hubungan mereka menjadi dramatis. Ellen bertekad niat ingin merubah sikap, kepribadian, jiwa, dan segala yang telah rusak dari Fredo. Ellen tak tahan dengan cacian orang-orang awam tentangnya. Ellen selalu marah pada siapapun yang mencaci makinya, dan Fredo selalu yang menenangkannya. seketika Ellen luluh.

sudah sekitar 3 bulan Ellen dan Fredo dalam hubungan rumit tanpa status apapun ini. Ellen memang begitu menyayangi Fredo. Ellen tahu selama 3 bulan ini Fredo lebih sering mengingkari janjinya ketimbang melakukan janjinya, ;berubah. Ellen tahu semua butuh proses, Ellen tak bisa begitu saja marah dan semena menyalahkan Fredo. Ellen menahan dalam batin, Ellen terus memberi motivasi hebatnya itu pada Fredo. memang Fredo memberi harapan, beberapa minggu terakhir Fredo bercerita tentang indahnya berubah menjadi lebih baik, Ellen tersenyum senang mendengarnya. di tiap malamnya, Ellen berdo'a untuk Fredo. 5 bulan sudah Ellen disuguhkan beragam cerita prestasi yang diraih Fredo. Ellen bangga, di pertemuannya itu Ellen bertangis haru dan memeluk Fredo, "kamu hebat, Fred!".

ya, selama ini memang mereka tak jarang meributkan hal ingkar atau berbohong. yang dimaksud Ellen hanya ingin Fredo terbuka kepada Ellen meskipun itu pengakuan pahit bagi Ellen. akhir-akhir menuju bulan ke 7, terhitung hampir setiap hari mereka berselisih, beradu kata-kata, tak ada yang mengalah. dimana selama ini Ellenlah yang menanggung beban sakitnya perasaan Fredo yang ditumpahkan pada Ellen. dimana Ellenlah yang selalu mempuja namun tak pernah didengarkan. dimana Ellen mulai berubah sikap. Ellen menjadi lebih agresif, pemarah, egois, sensitif, tak salah juga bila kau sebut psikopat. Ellen tertekan dengan penderitaan yang ditekankan oleh Fredo. meskipun Fredo tak menyadarinya. tak heran, ketahui Ellen sudah tertekan dengan broken home yang dihadapinya. hingga pada satu titik jenuhnya, Ellen menumpahkan segala amarahnya dengan tak menyakiti Fredo; masih saja menjaga perasaan dalam tusukan pedih di hati. Fredo, yang tak mau memahami maksud Ellen dan begitu saja melepas Ellen. hanya kata ini yang ku dengar, "Ellen, maafin aku, tapi aku bisa berubah topeng kalo sama kamu". Ellen marah besar. sudah batinnya tak dapat diusik. tekadnya bulat tak mengusiknya lagi. oh ya, pantas saja, saat itu Fredo sedang dekat dengan teman jauhnya. dimana ketika ku marah Fredo selalu mengalihkannya.

sekarang sudah cukup. Ellen tak mau mengungkitnya dalam apapun. Ellen malu. Ellen sudah bangga memamerkan perubahan hebat yang dilakukan Fredo untuk Ellen. tapi sekarang apalah hasilnya? Ellen sudah malu tak karuan. batin dan jiwanya sudah tesiksa. kesabarannya sudah luntur dihabiskan oleh keegoisan Fredo selama ini. tapi, tetap saja Ellen menyayangi Fredo, Ellen tak akan meninggalkan Fredo, Ellen hanya mencintainya dari jauh hingga Fredo benar-benar berubah seperti apa yang Fredo janjikan dulu. Ellen tetap menyangi Fredo dalam diam. meskipun kini Fredo mengaggap Ellen sudah benar-benar pergi, terserah.


0 comments

Other Posts

Instagram