Ambang Rasa

April 10, 2014

Hai, kemana wajah yang biasanya diwarnai senyum nan tulus?
Kemana wajah yang biasanya dihiasi pipi merona di tiap malamnya?
Kemana mata sayup yang biasa tenang memandangi handphone?
Menunggu kabarmu, menunggu pesanmu

Entah ini perasaan rindu atau hati yang seperti dijajah keterpurukan
Rasanya seperti tak ingin hidup tuk sementara
Ingin rasanya hidup dalam kotak ajaib
Yang bisa buatku bahagia tuk semauku
Membuka mata dan fikiranku, tanpamu
Uh, mengkhayal di ujung titik kegilaan

Seperti lelah mengejar harapan
Harapan yang mungkin sudah berkali-kali kau sebut,
berkali-kali pun ku percayai dan mengiyakan

Tapi, lagi-lagi aku tak paham
Bukan soal sepasang merpati yang saling merindukan,
dan dengan mudahnya bertemu kemudian bercumbu
Ini soal ulat yang berjuang untuk menghasilkan seekor kupu-kupu nan indah
Yang dengan gembiranya pergi mengabaikan kepompongnya,
demi bersenang-senang di luar sana

Mungkin kau, pembaca, juga tak memahami maksudnya
Membaca dengan nada polos tanpa memahami isinya,
Menatap heran maksud setiap kalimatnya,
Bahkan menggerutkan dahimu juga tak sulit, bukan?
Sudah abaikan tulisan kacauku ini
Bibir kering cepatlah menyegar,
Pipi keriput nan kusam cepatlah merona,
Mata sayup beralis lurus cepatlah hilangkan gerutumu,
Mulut hambar cepatlah tersenyum...

0 comments

Other Posts

Instagram